| LIT | LIT | LIT | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 47.69 | 47.52 – 47.87 | <0.001 | 46.37 | 46.19 – 46.54 | <0.001 | 33.73 | 32.54 – 34.92 | <0.001 |
| female | 4.81 | 4.70 – 4.92 | <0.001 | 4.84 | 4.72 – 4.95 | <0.001 | |||
| SES z | 0.84 | 0.78 – 0.91 | <0.001 | 0.88 | 0.81 – 0.94 | <0.001 | |||
| SES sch z | 8.29 | 7.92 – 8.66 | <0.001 | 6.61 | 6.20 – 7.02 | <0.001 | |||
| IASP2 | 16.62 | 15.10 – 18.15 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 244.16 | 237.88 | 238.16 | ||||||
| τ00 | 103.92 npsn | 86.82 npsn | 82.40 npsn | ||||||
| ICC | 0.30 | 0.27 | 0.26 | ||||||
| N | 14765 npsn | 14765 npsn | 14050 npsn | ||||||
| Observations | 314733 | 314733 | 300535 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.299 | 0.064 / 0.314 | 0.074 / 0.312 | ||||||
SES dan Capaian Belajar: Pemodelan Multilevel
Pendahuluan
Pendidikan merupakan sarana dan kanal untuk mencapai keseimbangan sosio-ekonomi yang menjanjikan, dengan demikian kualitas dan pemerataan pendidikan merupakan pilar penting untuk mewujudkan tujuan pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan (Goldthorpe 2014).
Salah satu studi klasik mengenai kesenjangan dalam pendidikan adalah Coleman Report (Coleman 1966). Coleman Report merupakan salah satu studi yang berpengaruh dan diterbitkan oleh Pemerintah AS pada tahun 1966. Laporan ini didasarkan pada survei mengenai kesempatan untuk memperoleh akses pendidikan yang melibatkan sampel nasional yang mencakup 650.000 siswa dan guru pada lebih dari 3.000 sekolah. Penelitian ini menjadi salah satu studi ilmiah sosial awal tentang pendidikan yang secara khusus untuk mengarahkan kebijakan pemerintah.
Coleman (1966) menyimpulkan bahwa temuan terpenting penelitian tersebut ada dua. Pertama, variasi dalam kualitas sekolah memiliki hubungan yang lemah dengan tingkat pencapaian pendidikan. Perbedaan latar belakang keluarga siswa, sebagai perbandingan, menunjukkan hubungan yang relatif kuat dengan prestasi siswa. Kedua, pencapaian pendidikan siswa tidak hanya terkait dengan latar belakang keluarganya sendiri, tetapi juga dengan latar belakang siswa lain di sekolah.
Laporan ini akan berfokus pada bagaimana status sosial ekonomi siswa merupakan salah satu aspek yang relatif penting dan banyak diteliti untuk memprediksi prestasi belajar. Studi awal yang menggunakan metaanalisis adalah White et al. (1993) yang meneliti hubungan antara SES dan prestasi akademik dan menunjukkan hal itu hubungannya sangat bervariasi tergantung sejumlah faktor seperti jenis SES dan pengukuran prestasi akademik. Selanjutnnya, salah satu studi meta analisis Sirin (2005) menunjukkan bahwa hubungan antara status sosial ekonomi dan prestasi belajar cenderung moderat menuju kuat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi berhubungan dengan prestasi belajar. Dalam konteks Indonesia, memahami hubungan antara kedua variabel ini merupakan insight yang penting, sehingga dapat ditindaklanjuti oleh pengambil kebijakan untuk dapat merumuskan kebijakan yang tepat.
Laporan kajian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana faktor status sosial ekonomi dapat memprediksi prestasi akademik.
Metode kajian
Data
Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data AN tahun 2021 dan 2022 dengan menggunakan sampling sebesar 10% dari populasi. Proses pengambilan sampel adalah sebagai berikut. Provinsi dan kota/kabupaten ditetapkan sebagai populasi, dimana semua provinsi dan kota/kabupaten terwakili. Proses selanjutnya adalah memilih sekolah menggunakan teknik stratified random sampling, dengan stratum jenjang pendidikan, dan status sekolah negeri/swasta. Setelah diperoleh sekolah maka semua siswa yang mengikuti pada sekolah tersebut menjadi responden dalam kajian ini. Sebaran siswa pada masing-masing jenjang yaitu SMP sebanyak 170683 siswa, SMA sebanyak 74803 siswa, dan SMK sebanyak 41511 siswa.
Variabel
Variabel yang digunakan dalam kajian ini adalah variabel prestasi belajar yang menggunakan capaian Literasi dan Numerasi. Sedangkan untuk mengukur variabel sosioekonomi, kajian ini menggunakan variabel pendidikan ayah dan ibu, kepemilikan barang dan kepemilikan buku.
Teknik analisis
Proses analisis terdiri tiga tahap. Pertama, mengingat relatif banyaknya missing data maka diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu kajian ini menggunakan multiple imputation dengan membuat 5 dataset terimputasi sebelum digunakan untuk analisis lebih lanjut. Proses imputasi ini menggunakan package mice (van Buuren and Groothuis-Oudshoorn 2011). Kedua, melakukan pemodelan rasch dan PCA untuk membentuk indeks SES dari hasil imputasi. Ketiga, karena secara alami lingkungan siswa dan sekolah membentuk struktur bertingkat atau tersarang, siswa tersarang di sekolah, maka kajian ini menggunakan pendekatan multilevel untuk menguji lebih sensitif tentang bagaimana kondisi kontekstual dapat menjelaskan prestasi belajar siswa (Raudenbush and Bryk 2002). Secara komputasi, pemodelan multilevel dalam kajian ini akan menggunakan package lme4 (Bates et al. 2015).
SD
Literasi
Table 1 merupakan hasil estimasi multilevel untuk literasi pada jenjang SD tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.30, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SD disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.84 skor literasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 8.29 skor literasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan peningkatan skor literasi sebesar 16.62. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.30 menjadi 0.26 yang berarti sebesar 4 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Numerasi
| NUM | NUM | NUM | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 34.42 | 34.30 – 34.54 | <0.001 | 34.16 | 34.04 – 34.29 | <0.001 | 27.56 | 26.71 – 28.41 | <0.001 |
| female | 1.35 | 1.27 – 1.43 | <0.001 | 1.33 | 1.25 – 1.41 | <0.001 | |||
| SES z | 0.38 | 0.33 – 0.42 | <0.001 | 0.39 | 0.35 – 0.44 | <0.001 | |||
| SES sch z | 3.29 | 3.02 – 3.55 | <0.001 | 2.39 | 2.10 – 2.68 | <0.001 | |||
| IASP2 | 8.73 | 7.63 – 9.82 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 124.52 | 123.98 | 124.18 | ||||||
| τ00 | 46.01 npsn | 43.22 npsn | 42.45 npsn | ||||||
| ICC | 0.27 | 0.26 | 0.25 | ||||||
| N | 14765 npsn | 14765 npsn | 14050 npsn | ||||||
| Observations | 314733 | 314733 | 300535 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.270 | 0.018 / 0.272 | 0.023 / 0.272 | ||||||
Table 2 merupakan hasil estimasi multilevel untuk numerasi pada jenjang SD tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.27, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SD disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.38 skor numerasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 3.29 skor numerasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan peningkatan skor numerasi sebesar 8.73. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.27 menjadi 0.25 yang berarti sebesar 2 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
SMP
Literasi
2021
| LIT | LIT | LIT | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 55.94 | 55.84 – 56.03 | <0.001 | 55.37 | 55.25 – 55.48 | <0.001 | 57.42 | 56.78 – 58.06 | <0.001 |
| female | 1.19 | 1.07 – 1.32 | <0.001 | 1.22 | 1.09 – 1.35 | <0.001 | |||
| SES z | 1.60 | 1.53 – 1.68 | <0.001 | 1.61 | 1.54 – 1.69 | <0.001 | |||
| SES sch z | -0.63 | -0.85 – -0.42 | <0.001 | -0.39 | -0.62 – -0.16 | 0.001 | |||
| IASP2 | -2.71 | -3.54 – -1.88 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 162.98 | 160.71 | 160.46 | ||||||
| τ00 | 5.77 npsn | 5.56 npsn | 5.34 npsn | ||||||
| ICC | 0.03 | 0.03 | 0.03 | ||||||
| N | 4999 npsn | 4999 npsn | 4610 npsn | ||||||
| Observations | 158654 | 158654 | 147263 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.034 | 0.015 / 0.048 | 0.016 / 0.047 | ||||||
Table 3 merupakan hasil estimasi multilevel untuk literasi pada jenjang SMP tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.03, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMP disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 1.60 skor literasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan menurunkan 0.63 skor literasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan penurunan skor literasi sebesar 2.71. Selain itu tidak terdapat perubahan ICC dari model 1, model 2, maupun model 3. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
2022
| LIT | LIT | LIT | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 60.91 | 60.63 – 61.19 | <0.001 | 57.70 | 57.45 – 57.95 | <0.001 | 46.67 | 45.19 – 48.15 | <0.001 |
| female | 4.74 | 4.61 – 4.87 | <0.001 | 4.76 | 4.63 – 4.90 | <0.001 | |||
| SES z | 0.38 | 0.31 – 0.45 | <0.001 | 0.43 | 0.35 – 0.50 | <0.001 | |||
| SES sch z | 12.07 | 11.55 – 12.59 | <0.001 | 10.83 | 10.28 – 11.38 | <0.001 | |||
| IASP2 | 15.19 | 13.25 – 17.14 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 178.80 | 173.25 | 172.72 | ||||||
| τ00 | 96.63 npsn | 63.66 npsn | 56.70 npsn | ||||||
| ICC | 0.35 | 0.27 | 0.25 | ||||||
| N | 4903 npsn | 4903 npsn | 4481 npsn | ||||||
| Observations | 164086 | 164083 | 150972 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.351 | 0.137 / 0.369 | 0.155 / 0.363 | ||||||
Table 4 merupakan hasil estimasi multilevel untuk literasi pada jenjang SMP tahun 2022. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.35, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMP disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.38 skor literasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 12.07 skor literasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan peningkatan skor literasi sebesar 15.19. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.35 menjadi 0.25 yang berarti sebesar 10 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Numerasi
2021
| NUM | NUM | NUM | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 51.40 | 51.30 – 51.49 | <0.001 | 52.05 | 51.93 – 52.17 | <0.001 | 55.23 | 54.56 – 55.89 | <0.001 |
| female | -1.09 | -1.23 – -0.95 | <0.001 | -1.08 | -1.22 – -0.94 | <0.001 | |||
| SES z | 1.46 | 1.38 – 1.54 | <0.001 | 1.46 | 1.38 – 1.54 | <0.001 | |||
| SES sch z | -2.02 | -2.25 – -1.80 | <0.001 | -1.69 | -1.93 – -1.45 | <0.001 | |||
| IASP2 | -4.24 | -5.11 – -3.37 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 191.78 | 189.87 | 189.43 | ||||||
| τ00 | 5.31 npsn | 5.27 npsn | 5.21 npsn | ||||||
| ICC | 0.03 | 0.03 | 0.03 | ||||||
| N | 4999 npsn | 4999 npsn | 4610 npsn | ||||||
| Observations | 158746 | 158746 | 147351 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.027 | 0.010 / 0.037 | 0.011 / 0.037 | ||||||
Table 5 merupakan hasil estimasi multilevel untuk numerasi pada jenjang SMP tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.03, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMP disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 1.46 skor numerasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan menurunkan 2.02 skor numerasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan penurunan skor numerasi sebesar 4.24. Selain itu tidak terdapat perubahan ICC dari model 1, model 2, maupun model 3. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
2022
| NUM | NUM | NUM | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 53.14 | 53.00 – 53.29 | <0.001 | 52.23 | 52.10 – 52.37 | <0.001 | 55.23 | 54.56 – 55.89 | <0.001 |
| female | 0.88 | 0.79 – 0.97 | <0.001 | -1.08 | -1.22 – -0.94 | <0.001 | |||
| SES z | 0.15 | 0.10 – 0.20 | <0.001 | 1.46 | 1.38 – 1.54 | <0.001 | |||
| SES sch z | 6.25 | 5.97 – 6.53 | <0.001 | -1.69 | -1.93 – -1.45 | <0.001 | |||
| IASP2 | -4.24 | -5.11 – -3.37 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 85.77 | 85.59 | 189.43 | ||||||
| τ00 | 25.10 npsn | 16.44 npsn | 5.21 npsn | ||||||
| ICC | 0.23 | 0.16 | 0.03 | ||||||
| N | 4903 npsn | 4903 npsn | 4610 npsn | ||||||
| Observations | 164086 | 164083 | 147351 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.226 | 0.078 / 0.226 | 0.011 / 0.037 | ||||||
Table 6 merupakan hasil estimasi multilevel untuk numerasi pada jenjang SMP tahun 2022. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.23, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMP disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.15 skor numerasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 6.25 skor numerasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan penurunan skor numerasi sebesar 4.24. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.23 menjadi 0.03 yang berarti sebesar 20 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
SMA
Literasi
2021
| LIT | LIT | LIT | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 60.79 | 60.46 – 61.12 | <0.001 | 59.26 | 58.99 – 59.54 | <0.001 | 50.23 | 48.03 – 52.43 | <0.001 |
| female | 2.75 | 2.59 – 2.90 | <0.001 | 2.80 | 2.65 – 2.96 | <0.001 | |||
| SES z | 0.76 | 0.68 – 0.85 | <0.001 | 0.79 | 0.70 – 0.87 | <0.001 | |||
| SES sch z | 7.09 | 6.59 – 7.58 | <0.001 | 6.59 | 6.07 – 7.10 | <0.001 | |||
| IASP2 | 11.69 | 8.91 – 14.47 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 99.58 | 97.49 | 97.54 | ||||||
| τ00 | 55.72 npsn | 35.08 npsn | 33.11 npsn | ||||||
| ICC | 0.36 | 0.26 | 0.25 | ||||||
| N | 2137 npsn | 2137 npsn | 1975 npsn | ||||||
| Observations | 68501 | 68501 | 64145 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.359 | 0.138 / 0.366 | 0.154 / 0.368 | ||||||
Table 7 merupakan hasil estimasi multilevel untuk literasi pada jenjang SMA tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.36, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMA disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.76 skor literasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 7.09 skor literasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan peningkatan skor literasi sebesar 11.69. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.36 menjadi 0.25 yang berarti sebesar 11 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
2022
| LIT | LIT | LIT | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 60.85 | 60.39 – 61.31 | <0.001 | 58.26 | 57.87 – 58.65 | <0.001 | 43.20 | 40.21 – 46.19 | <0.001 |
| female | 3.65 | 3.45 – 3.84 | <0.001 | 3.64 | 3.44 – 3.84 | <0.001 | |||
| SES z | 0.93 | 0.83 – 1.03 | <0.001 | 1.00 | 0.90 – 1.11 | <0.001 | |||
| SES sch z | 9.81 | 9.10 – 10.51 | <0.001 | 8.57 | 7.83 – 9.30 | <0.001 | |||
| IASP2 | 19.73 | 15.93 – 23.53 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 155.45 | 151.66 | 151.22 | ||||||
| τ00 | 99.63 npsn | 63.74 npsn | 57.68 npsn | ||||||
| ICC | 0.39 | 0.30 | 0.28 | ||||||
| N | 1901 npsn | 1901 npsn | 1735 npsn | ||||||
| Observations | 66465 | 66464 | 61658 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.391 | 0.150 / 0.402 | 0.170 / 0.399 | ||||||
Table 8 merupakan hasil estimasi multilevel untuk literasi pada jenjang SMA tahun 2022. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.39, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMA disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.93 skor literasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 9.81 skor literasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan peningkatan skor literasi sebesar 19.73. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.39 menjadi 0.28 yang berarti sebesar 11 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Numerasi
2021
| NUM | NUM | NUM | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 49.75 | 49.58 – 49.92 | <0.001 | 49.56 | 49.41 – 49.71 | <0.001 | 45.92 | 44.75 – 47.09 | <0.001 |
| female | 0.26 | 0.15 – 0.38 | <0.001 | 0.27 | 0.15 – 0.39 | <0.001 | |||
| SES z | 0.29 | 0.23 – 0.36 | <0.001 | 0.32 | 0.25 – 0.38 | <0.001 | |||
| SES sch z | 3.77 | 3.51 – 4.03 | <0.001 | 3.55 | 3.27 – 3.82 | <0.001 | |||
| IASP2 | 4.73 | 3.26 – 6.21 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 55.01 | 54.97 | 55.12 | ||||||
| τ00 | 13.81 npsn | 8.58 npsn | 8.32 npsn | ||||||
| ICC | 0.20 | 0.13 | 0.13 | ||||||
| N | 2137 npsn | 2137 npsn | 1975 npsn | ||||||
| Observations | 68501 | 68501 | 64145 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.201 | 0.074 / 0.199 | 0.080 / 0.201 | ||||||
Table 9 merupakan hasil estimasi multilevel untuk numerasi pada jenjang SMA tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.20, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMA disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.29 skor numerasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 3.77 skor numerasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan penurunan skor numerasi sebesar 4.73. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.20 menjadi 0.13 yang berarti sebesar 7 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
2022
| NUM | NUM | NUM | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 51.78 | 51.49 – 52.06 | <0.001 | 51.04 | 50.80 – 51.27 | <0.001 | 44.31 | 42.51 – 46.10 | <0.001 |
| female | 0.54 | 0.38 – 0.69 | <0.001 | 0.57 | 0.42 – 0.73 | <0.001 | |||
| SES z | 0.69 | 0.61 – 0.77 | <0.001 | 0.72 | 0.64 – 0.80 | <0.001 | |||
| SES sch z | 6.65 | 6.24 – 7.07 | <0.001 | 6.12 | 5.68 – 6.57 | <0.001 | |||
| IASP2 | 8.81 | 6.53 – 11.09 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 95.17 | 94.71 | 95.22 | ||||||
| τ00 | 36.52 npsn | 20.57 npsn | 19.35 npsn | ||||||
| ICC | 0.28 | 0.18 | 0.17 | ||||||
| N | 1901 npsn | 1901 npsn | 1735 npsn | ||||||
| Observations | 66466 | 66465 | 61659 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.277 | 0.124 / 0.280 | 0.132 / 0.279 | ||||||
Table 10 merupakan hasil estimasi multilevel untuk numerasi pada jenjang SMA tahun 2022. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.28, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMA disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.69 skor numerasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 6.65 skor numerasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan penurunan skor numerasi sebesar 8.81. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.28 menjadi 0.17 yang berarti sebesar 11 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
SMK
Literasi
2021
| LIT | LIT | LIT | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 60.14 | 59.77 – 60.51 | <0.001 | 59.83 | 59.44 – 60.23 | <0.001 | 47.27 | 44.15 – 50.38 | <0.001 |
| female | 2.52 | 2.30 – 2.73 | <0.001 | 2.54 | 2.32 – 2.76 | <0.001 | |||
| SES z | 0.34 | 0.22 – 0.45 | <0.001 | 0.33 | 0.22 – 0.45 | <0.001 | |||
| SES sch z | 4.04 | 3.12 – 4.96 | <0.001 | 3.66 | 2.74 – 4.57 | <0.001 | |||
| IASP2 | 15.67 | 11.85 – 19.49 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 94.81 | 93.53 | 93.46 | ||||||
| τ00 | 35.38 npsn | 30.83 npsn | 28.83 npsn | ||||||
| ICC | 0.27 | 0.25 | 0.24 | ||||||
| N | 1092 npsn | 1092 npsn | 1073 npsn | ||||||
| Observations | 37926 | 37926 | 37383 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.272 | 0.036 / 0.275 | 0.051 / 0.275 | ||||||
Table 11 merupakan hasil estimasi multilevel untuk literasi pada jenjang SMK tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.27, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMK disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.34 skor literasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 4.04 skor literasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan peningkatan skor literasi sebesar 15.67. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.27 menjadi 0.24 yang berarti sebesar 3 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
2022
| LIT | LIT | LIT | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 59.11 | 58.62 – 59.61 | <0.001 | 58.83 | 58.28 – 59.37 | <0.001 | 39.98 | 35.84 – 44.12 | <0.001 |
| female | 2.75 | 2.49 – 3.01 | <0.001 | 2.78 | 2.51 – 3.04 | <0.001 | |||
| SES z | 0.38 | 0.26 – 0.51 | <0.001 | 0.39 | 0.26 – 0.51 | <0.001 | |||
| SES sch z | 4.86 | 3.59 – 6.12 | <0.001 | 4.49 | 3.25 – 5.72 | <0.001 | |||
| IASP2 | 23.63 | 18.54 – 28.72 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 147.42 | 145.81 | 145.66 | ||||||
| τ00 | 66.64 npsn | 60.80 npsn | 54.82 npsn | ||||||
| ICC | 0.31 | 0.29 | 0.27 | ||||||
| N | 1098 npsn | 1098 npsn | 1075 npsn | ||||||
| Observations | 40650 | 40650 | 39924 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.311 | 0.029 / 0.315 | 0.052 / 0.311 | ||||||
Table 8 merupakan hasil estimasi multilevel untuk literasi pada jenjang SMK tahun 2022. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.31, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMK disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.38 skor literasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 4.86 skor literasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan peningkatan skor literasi sebesar 23.63. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.31 menjadi 0.27 yang berarti sebesar 4 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Numerasi
2021
| NUM | NUM | NUM | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 49.58 | 49.37 – 49.78 | <0.001 | 49.92 | 49.68 – 50.15 | <0.001 | 44.38 | 42.54 – 46.23 | <0.001 |
| female | 0.05 | -0.10 – 0.21 | 0.512 | 0.06 | -0.10 – 0.22 | 0.454 | |||
| SES z | 0.17 | 0.09 – 0.25 | <0.001 | 0.17 | 0.09 – 0.25 | <0.001 | |||
| SES sch z | 1.80 | 1.27 – 2.34 | <0.001 | 1.60 | 1.06 – 2.14 | <0.001 | |||
| IASP2 | 6.89 | 4.63 – 9.15 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 50.42 | 50.40 | 50.47 | ||||||
| τ00 | 10.34 npsn | 9.72 npsn | 9.39 npsn | ||||||
| ICC | 0.17 | 0.16 | 0.16 | ||||||
| N | 1092 npsn | 1092 npsn | 1073 npsn | ||||||
| Observations | 37926 | 37926 | 37383 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.170 | 0.009 / 0.170 | 0.016 / 0.170 | ||||||
Table 13 merupakan hasil estimasi multilevel untuk numerasi pada jenjang SMK tahun 2021. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.17, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMK disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.17 skor numerasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 1.80 skor numerasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan penurunan skor numerasi sebesar 15.67. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.17 menjadi 0.16 yang berarti sebesar 1 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
2022
| NUM | NUM | NUM | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Predictors | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p | Estimates | CI | p |
| (Intercept) | 50.66 | 50.38 – 50.94 | <0.001 | 51.07 | 50.76 – 51.39 | <0.001 | 40.57 | 38.21 – 42.93 | <0.001 |
| female | 0.44 | 0.24 – 0.64 | <0.001 | 0.45 | 0.25 – 0.65 | <0.001 | |||
| SES z | 0.30 | 0.21 – 0.40 | <0.001 | 0.30 | 0.21 – 0.40 | <0.001 | |||
| SES sch z | 3.10 | 2.38 – 3.82 | <0.001 | 2.89 | 2.19 – 3.60 | <0.001 | |||
| IASP2 | 13.16 | 10.26 – 16.06 | <0.001 | ||||||
| Random Effects | |||||||||
| σ2 | 86.54 | 86.44 | 86.46 | ||||||
| τ00 | 20.08 npsn | 18.22 npsn | 16.37 npsn | ||||||
| ICC | 0.19 | 0.17 | 0.16 | ||||||
| N | 1098 npsn | 1098 npsn | 1075 npsn | ||||||
| Observations | 40650 | 40650 | 39924 | ||||||
| Marginal R2 / Conditional R2 | 0.000 / 0.188 | 0.017 / 0.188 | 0.031 / 0.185 | ||||||
Table 14 merupakan hasil estimasi multilevel untuk numerasi pada jenjang SMK tahun 2022. Model 1 adalah model null yang menghasilkan ICC sebesar 0.19, yang berarti bahwa perbedaan skor literasi pada jenjang SMK disebabkan karena perbedaan pada level 2 atau level sekolah. Selanjutnya pada Model 2, indeks SES individu dan rata-rata SES di tingkat sekolah dimasukkan dalam model. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi individu akan meningkatkan 0.30 skor numerasi, sedangkan peningkatan 1 standar deviasi pada status sosial ekonomi sekolah akan meningkatkan 3.10 skor numerasi. Model 3 memasukkan indeks kemudahan akses atau IASP. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin indeks IASP berhubungan dengan penurunan skor numerasi sebesar 13.16. Selain itu bahwa terdapat perubahan ICC dari 0.19 menjadi 0.16 yang berarti sebesar 3 persen faktor kontekstual dapat dijelaskan oleh status sosial ekonomi pada tingkat sekolah dan IASP. Ditinjau dari variabel gender, siswa perempuan memiliki skor literasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
ICC
| jenjang | m0_lit | m1_lit | m0_num | m1_num | m2_num |
|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | |||||
| SD | 0.30 | 0.27 | 0.27 | 0.26 | 0.25 |
| SMP | 0.03 | 0.03 | 0.03 | 0.03 | 0.03 |
| SMA | 0.36 | 0.26 | 0.20 | 0.13 | 0.13 |
| SMK | 0.27 | 0.25 | 0.17 | 0.16 | 0.16 |
| 2022 | |||||
| SMP | 0.35 | 0.27 | 0.23 | 0.16 | 0.15 |
| SMA | 0.39 | 0.30 | 0.28 | 0.18 | 0.17 |
| SMK | 0.31 | 0.29 | 0.19 | 0.17 | 0.16 |